CERITA SAHABAT NABI: Umar bin Khaththab

Umar benar-benar tak kuasa menahan amarah. Hari itu juga ia harus menghabisi Rasulullah SAW. Dengan pedang terhunus di tangan, laki-laki kelahiran psangan Khaththab dan Hanthamah ini, segera bergegas meninggalkan rumahnya. Di perjalanan ia berjumpa dengan Nuaim bin Abdullah, seorang teman yang memberitakan bahwa adik perempuannya sendiri, Fatimah binti Khaththab dan suaminya Said bin Zaid telah memeluk agama islam. Kemarahan Umar semakin membuncah. Dipenuhi dengan murka tak terbendung, Umar mengalihkan arah perjalanannya. Ia bersegera menuju rumah adiknya, Fatimah. didepan pintu, ia menemukan Fatimah dan suamiya sedang membaca ayat-ayat suci al-Qur’an. saat itu, Khabbab bin Art mengajari keduanya membaca al-Qur’an Surah Thaha.
Masih dipenuhi dengan kemarahan, Umar menghardik Fatimah dan memerintahkannya untuk melepaskan islam dan kembali kepada tuhan-tuhan nenek moyang mereka. Di puncak kemarahannya, Umar sempat memukul Said bin Zaid dn menampar adiknya Fatimah. Darah mengalir dari cela bibir Fatimah. Hati Umar luluh. Di tengah kegalaunannya itu, pandangan Umar menangkap sebuah lembaran yang bertuliskan ayat-ayat al-Qur’an. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Hatinya ciut. Dengan tangan bergetar, Umar meminta lembaran itu. Fatimah menolak. ibnu Hisyam dalam Sirahnya meriwayatkan, Fatimah semapat meminta Umar untuk mandi lebih dahulu. Setelah itu ia menyerahkan lembaran bertulis surah Thaha itu kepada Umar. Begitu membaca ayat-ayat tersebut, perasaan Umar tenang. Kedamaian pun menyelimuti.
Hati Umar benar-benar luluh. timbulah keinginan kuatnya untuk segera menemui Rasulullah Saw. Ditemani Khabab bin Art, Umar meninggalkan rumah Fatimah menuju al-arqam bin Abil dimana Rasulullah Saw sedang menyampaikan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Diahadapan Rasulullah Saw, Umar berlutut menyatakan keislamannya. Kala itu tahun keenam dari kenabian. Umar berada pada urutan ke-40 dari mereka yang mula-mula masuk islam. Allah SWT mengabulkan doa Rasullah Saw yang pernah beliau lantunkan. ” Ya Allah, muliakanlah islam dengan dua orang yang paling engkau cintai, dengan Umar bin Khaththab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam,” (HR at-Tirmidzi). Ternyata yang lebih Allah cintai adalah Umar bin Khaththab. Doa dan harapan Rasulullah ini sangat bisa dipahami. Sebelum masuk islam, Umar adalah orang yang paling memusuhi islam, sampai-sampai ada yang pernah berujar, ” Meski keledainya masuk islam, sekali-kali Umar tidak akan masuk islam”
Sejak masuk islam, Umarlah yang memprakarsai era keterbukaan dalam dakwah. Dialah yang menancapkan tonggak al-faruq Pembeda antara yang hak dan bathil.” Kami smeua senantiasa mulia sejak Umar masuk islam,” kenang ibnu Mas’ud diriwayatkan Bukhari. Ibnu Mas’ud menambahkan, ” Masuknya Umar dalam Islam adalah pembukaan. Hijrahnya adalah kemenangan , kekuasaannya adalah rahmat. Sungguh kami menyadari diri kami sebelumnya tidak mampu melaksanakan salat di Ka’bah hingga Umar masuk Islam. Ketika masuk islam, ia memerangi mereka dan membiarkan kami salat. Shuaib bin Sinan juga berkomentar, ” Ketika Umar bin Khaththab masuk islam, dakwah islam muncul dan diserukan secara terang-terangan. kami menjadi leluasa duduk melingkar dan berthawaf di Ka’bah. Kami juga tertolong dari siapa saja yang berlaku kasar pada kami.
kemuliaan Umar tak hanya berada pada keberaniannya, tapi juga pada kebenaran dirinya. Rasulluah Saw bersabda,” Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati Umar.” (HR Tirmidzi). Ketika kebenaran berada pada lisan dan hatinya, ia menepati Tuhannya lebih dari satu permasalahan. Umar pernah berkata, ” Saya menepati Tuhanku pada tiga permasalahan. Saya berkata, ” Wahai Rasulullah, andaikan kita menjadikan maqam Ibrahim sebagai tempat salat’, maka turunlah ayat,” dan jadikanlah sebagaian maqam Ibrahim tempat salat” (QS Al-Baqarah). Peristiwa kedua adalah turunnya ayat tentang Hijab, saya (Umar) berkata, ” Wahai Rasulullah, seandainya engkau memerintahkan istri-istrimu untuk menutup tubuh (mengenakan hijab) sebab yang berbicara dengan mereka adalah orang baik dan juga orang yang keji’, maka turunlah ayat tentang hijab. Ketiga adalah ketika istri-istri beliau berkumpul karena sifat cemburu gterhadap beliau , maka saya (Umar) berkata kepada mereka,’ Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan-Nya akan memberi ganti kepadannya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan,” (QS at-Tahrim), maka turun ayat ini.
Umar termasuk orang terhormat dari Quraisy, dan kepadanyalah diserahkan masalah kedutaan pada masa Jahiliyah. Jika di antara orang-orang Quraisy terjadi masalah atau mereka bermasalah dengan suku lainnya, maka yang dikirim sebagai duta adalah Umar. Apapun solusi yang ia berikan, baik menyebabkan jauhnya hubungan atau penyebab kebanggaan, mereka mengirimkannya untuk tugas-tugas tersebut. Sejak merengkuh hidayah, Umar tak pernah menutupinya keislamannya. Keberanian dan pengabdiannya Umar kepada islam sebagai seorang penduduk Makkah yang paling berpengaruh, emnaikan semangat juang kaum muslimin lainnya. Keberanian Umar dalam memishkan antara kebenaran dan kebatilan membuatnya dijuluki al-Faruq, yang berarti pemisah antara kebenaran dan kebatilan.
dalam masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar adalah sahabat dan penasihat terdekat. Hal ini yang membuat Umar menjadi nominator terkuat untuk meneruskan kekhalifahan Abu Bakar. Maka, ketika Abu Bakar wafat, kaum Muslimin sepakat membuat Umar sebagai khalifah baru. Saat pembai’tannya sebagai khalifah, ia berkata, ” Wahai kaum Muslimin, kalian semua memiliki hak-hak atas diri saya, yang selalu bisa kalian pinta. Salah satunya adalah jika seorang dari kalian memintakan haknya kepada saya, ia haruskembali hanya jika haknya sudah dipenuhi dengan baik. Hak kalian yang lainnya adalah permintaan kalian bahwa saya tidak akan mengambil apapun dari harta negara maupun dari rampasan pertempuran. Kalian juga dapat meminta saya untuk menaikan upah dan gaji kalian seiiring dengan meningkatnya uang yang masuk ke kas negara; dan saya akan meningkatkan kehidupan kalian dan tidak akan membuat kalian sengsara. Juga merupakan hak, apabila kalian pergi ke medan pertempuran , saya tidak akan menahan kepulangan kalian, dan ketika kalian sedang bertempur, saya akan menjaga keluarga kalian laksana seorang ayah.
Wahai kaum Muslimin, bertaqwalah selalu kepada Allah SWT, maafkan kesalahan-kesalahan saya dan bantulah saya dalam mengemban tugas ini. Bantulah saya dalam menegakan kebenaran dan memeberantas kebatilan. Nasihatilah saya dalam pemenuhan kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan oleh Allah SWT. Umar merupakan pemimpin dengan keahlian administrasi yang sangat baik, pemimpin politik dan jendral militer yang cerdas. Ketidakegoisan dan kekukuhannya dalam menegakan kebenaran dan hak-hak rakyat, membuat dirinya dihargai dan memiliki posisi penting dalam sejarah. Diantara kontribusi yang diberikan untuk islam ialah ia beserta pasukan islam berhasil membentangkan kejayaan islam dari Mesir, Syam, Iraq sampai ke kerajaan Persia. Ia beserta para sahabat lainnya berhasil mengembangkan wilayah islam. Ia berhasil membangun administrasi yang baik dalam pemerintahan islam. Daulah islamiyah menunjukan adanya penungkatan perbaikan selama pemerintahannya.
Sammak bin Harb menuturkan, “Umar bin Khaththab sangat gesit, seakan ia naik kuda sementara orang-orang bejralan kaki”. Ia orang pertama yang mencetuskan ide tentang perlunya dilakukan pengumpulan ayat-ayat al-Qur’an. Ia dikenal sebagai sahabat yang berani melakukan itijihad dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip musyawarah. Umar tidak mengharap dicintai oleh orang besar, orang kaya ataupun kerabatnya. Ia juga tidak menganggap rendah anak kecil maupun fakir. Umar mampu memadukan antara ilmu dan amal. Ia melaksanakan kepemimpinan dan keadilan dalam batas yang tidak mampu dilakuakn oleh para penguasa dan raja biasa. Di sisi lain, ia mempunyai sifat zuhud dan kesabaran yang tidak dimiliki para raja bahkan orang-orang zuhud sekalipun.
Sebagai seorang khalifah, hidup sahabat Nabi yang dikenal juga dengan Abu Hafsh ini, benat-benar diabdikan untuk mencari ridha Allah. Ia berjuang demi rakyat, benar-benar memerhatikan kesehjateraan mereka. Dimalam hari, ia sering melakukan investigasi untuk mengetahui keadaan rakyat jelata sebenarnya. Suatu malam, ia menemukan sebuah gubuk kecil. Dari dalam samar terdengar terdengar suara tangis anak-anak. umar mendekat dan memerhatikan dengan seksama keadaan gubuk itu. Ia dapat melihat seorang ibi yang dikelelingi anaknya. Ibu itu kelihatan sedang memasak sesuatu. tiap kali anakn-anaknya menangis, sang ibu berkata, ” Tunggulah, sebentar lagi makanannya akan matang,”
Selagi Umar memerhatikan di luar, sang ibu terus memenangkan anak-anaknya dan mengulangi perkataannya bahwa makanan tak lama lagi akan matang. Umar penasaran. Setelah memberi salam dan meminta izin, ia masuk dan bertanya, ” Mengapa anak-anak ibu tidak bethenti menangis?”. “Mereka kelaparan!” jawab sang ibu. “Mengapa tak ibu berikan makanan yang sedang ibu masak tadi?” tanya Umar. ” Tidak ada makan. Periuk yang sedari tadi saya masak hanya berisi batu untuk mendiamkan anak-anak. Biarlah mereka berpikir bahwa periuk itu berisi makanan. Mereka akan berhenti menangis karena kelelahan dan tertidur.” “Apakah ibu sering berbuat begini?” tanya Umar ingin tahu. “Ya. Saya tidak memiliki keluarga dan suami tempat saya bergantung. “Saya sebatang kara, ” jawab sang ibu dengan nada datar, berusaha menyembunyikan kepedihan hidupnya.
“Mengapa ibu tidak meminta pertolongan kepada khalifah? . Mungkin ia dapat menolong ibu dan anak-anak dengan memberikan uang dari Baitul Mal? itu akan sangat membantu kehidupan ibu dan anak-anak,” ijam Umar menasehati.”Khalifah telah berbuat zalim kepada saya…” jawab si ibu.”Bagaimana khalifah bisa berbuat zalim kepada ibu?”, sang khalifah ingin tahu. ” Saya sangat menyesalkan pemerintahannya. seharusnya ia melihat kondisi rakyatnya dalam kehidupan nyata. Siapa tahu, ada banyak oarng yang senasib dengan saya, ” jawab sang bu yang demeikian menyentuh Umar. Umar berdiri dan berkata, “Tunggu sebentar, Bu. Saya akan kembali”.
Di pengunjung malam yang telah larut itu, Umar bergegas menuju baitul mal. Ia segera mengangkat sekarung gandum yang besar di pundaknya. Aslam, sahabatnya, membantu membawa minyak samin untuk memasak. Karena jarak antara MAdinah dengan rumah sang ibu cukup jauh, keringat bercucuran dari tubuh sang khalifah. Maka, Aslam berniat membantu Umar mengangkat karung itu. dengan tegas Umar menolak tawaran Asla, “Tidak akan saya biarkan kamu membawa dosa-dosa saya di akhirat kelak. Biarkan saya membawa karung besar ini karena saya merasa begitu bersalah atas apa yang telah terjadi pada si Ibu beserta anak-anaknya, ” jawab Umar dengan napas tersengal-sengal.
Maka, ketika khalifah menyerahkan sekarung gandum yang besar kepada si ibu beserta anak-anaknya yang miskin, betapa gembiranya mereka menerima bahan makann dari lelaki yang tidak dikenal ini. Kemudian lelaki tidak kenal itu memeberitahukan si ibu untuk menemui khalifah besok, untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal. Betapa terkejutnya si ibu, ketika keesokan harinya ia berkunjung ke Madinah. dia menemukan kenyataan bahwa lelaki yang tidak dikenal itu tak lain adalah khalifah sendiri!
Umar adalah profil seorang pemimpin yang sukses, mujtahid yang ulung, dan sahabat Rasulullah yang sejati, ia meriwayatkan 27 hadits. Umar memiliki 12 anak, enam laki-laki dan enam perempuan. Mereka adalah Abdullah, Abdurahman, Zaid, Ubaidillah, Ashim, Iyyadh, Hasfah, Ruqayyah, Fatimah, Shafiyah, Zainab dan Ummu Walid. Kesuksesannya dalam mengibarkan panji-panji Islam mengundang rasa iri dan dengki, di hati musush. Umar Wafat pada Ahad dalam usia 63 tahun, persis seprti usia Nabi dan Abu Bakar ash-shidiq, setelah menjabat selama 10 tahun enam bulan dan empat hari.
Sumber: Andi Bastoni Hepi.Ngefans sama sahabat nabi,Bogor: Al Bustan,2007
Advertisements

#1 Mesjid Agung Umaya Damascus

Suatu pagi di hari minggu, aku tidak sengaja melihat acara di salah satu stasiun televisi swasta. Acara tersebut menjelaskan tentang fitur-fitur serta keistimewaan sebuah mesjid di timur tengah letaknya di Damascus negara Syiriah. Ketika aku melihat dan mendengar penjelasan dari si pembawa acara, Wah subhanallah ternyata Mesjid Agung Umaya di Damascus Syiriah benar-benar menakjubkan. Setelah itu aku pun melakukan pencarian informasi mengenai Mesjid Agung tersebut dan berikut ini informasi-informasi yang aku dapat dari berbagai sumber:

Di Timur Tengah ada salah satu tempat menarik yang perlu dikunjungi, tempat itu tidak lain adalah Mesjid Agung Damaskus atau lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Agung Umayah. Mesjid ini disebut sebagai salah satu mesjid tertua dan suci di dunia, terletak di Ibukota Syiriah Damaskus.Damaskus diyakini sebagai salah satu kota tertua di dunia yang didiami umat manusia dengan berbagai peradaban yang silih berganti. Dan di antara peradaban yang pernah tumbuh dan berkembang di kota ini adalah islam.

Mesjid Umayyah berdiri di tanah yang dianggap suci selama setidaknya 3000 tahun. Sekitar 1000 tahun sebelum Masehi, kaum Aram membangun kuil dilokasi di mana mesjid berdiri sebagai tempat pemujaan terhadap Hadad, dewa badai petir. Sebuah basal orthostat (batu) yang berasala dari periode ini, bergambar sphinz, ditemukan di sudut timur laut mesjid.

Semasa dinasti Umayyah (661-750 M), Damaskus menjadi ibu kota dunia islam. Para Khlifah Umayyah yang memerintah dari Damaskus menguasai seluruh kawasan, mulai dari Spanyol dhingga ke India. Sejarah mencatat, peradaban islam telah meninggalkan banyak bangunan indah di DAmaskus, ibukota Negara Suriah.

Mesjid Ummayyah dibangun pada masa khalifah Al-Wahid bin Abdul Malik (88-97H) dari Dinasti Ummayyah. Arsitekturnya telah member pengaruh bagi seni bangun mesjid di seluruh dunia. Dari mesjid inilah aristektur islam mulai mengenal liengkungan menara segi empat dan maksurah..

Mesjid Umayyah direnovasi beberapa kali akibat kebakaran di tahun 1069, 1401 dan 1893. Pada tahun 2001 Paus Yohanes II mengunjungi mesjid ini, terutama untuk mengunjungi relic Yohanes Sang Pembaptis ini adalah pertama kalinya seorang paus berkunjung ke mesjid

Mesjid Ummayah merupakan salah satu bangunan yang paling impresif di dunia islam, halaman lapang dan ruang salat yang besar. Beberapa mosaic asli abad ke 8 masih dipertahankan. Menara-menara yang dibangun pada masa Al-Walid masih bertahan hingga kini.

Mesjid Agung Ummayyah kadang juga disebut Mesjid Umawi, sangat layak dikunjungi dan menjadi tujuan ziarah jika ada kesempatan dan kemudahan ke sana. Ia adalah salah satu lambing kejayaan islam yang masih tersisa pada masa Al-Walid dan juga masih bertahan hingga kini.

Ada beberapa struktur yang memiliki sejarah dan arti penting dalam Mesjid Agung Ummayah ini, yaitu:

gerbang dimana tahanan karbala disuruh berdiri 72 jam sebelum dibawa masuk

ada 4 mihrab di Mesjid Agung Umaya menandakan 4 imam yang dianut

Mimbar putih dimana Husain bin Ali diadili

Lokasi dimana kepala Husain bin Ali disimpan

NIFSU SYA'BAN

Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijriyah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Jika aku merujuk ke kalender Hijriyah, insya ALLOH besok kita akan tiba di malam ke-15 (pertengahan) dari bulan Sya’ban.

Sudah sejak lama aku mendengar keutamaan bulana Sya’ban ini. Diriwayatkan bahwa Rasululloh SAW bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasa’I dari Usamah)

 

Riwayat lain yg serupa menuliskan: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasululloh SAW, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa?i dan Ibnu Huzaimah).

 

Dari Aisyah ra. berkata,” Saya tidak melihat Rasululloh SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Muslim)

Dari hadits2 di atas, TIDAK DISEBUTKAN/TIDAK DICONTOHKAN Rasululloh SAW ‘memperingati’ malam nifsu sya’ban secara khusus.

Sedangkan hadits2 berikut:

“Wahai Ali, barang siapa yang melakukan sholat pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat, ia membaca setiap rakaat Al fatihah dan Qul huwallah ahad sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala kebutuhannya … dan seterusnya.

Dari Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu : jika datang malam Nisfu Sya’ban bersholat malamlah dan berpuasalah pada siang harinya **lengkapnya adalah sebagai berikut: Hadis yang diriwayatkan daripada Ali ra: ((Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bangunlah kamu (menghidupkannya dengan ibadah) pada waktu malam dan berpuasalah kamu pada siangnya, karena sesungguhnya ALLOH SWT akan turun ke langit dunia pada hari ini bermula dari terbenamnya matahari dan berfirman: “Adakah sesiapa yang memohon ampun daripada-Ku akan Ku ampunkannya. Adakah sesiapa yang memohon rezeki daripada-Ku, akan Ku kurniakan rezeki kepadanya. Adakah sesiapa yang sakit yang meminta penyembuhan, akan Ku sembuhkannya. Adakah sesiapa yang yang meminta daripada-Ku akan Ku berikan kepadanya, dan adakah begini, adakah begitu dan berlakulah hal ini sehingga terbitnya fajar))..**

 

update: sumber hadits ini lemah:Hadis ini adalah maudhu’, diriwayatkan oleh Ibn Majah dan al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman. Rujuk Dhaifah al-Jami’ dan Silsilah al-Dhaifah oleh al-Albani, Dhaif Ibn Majah.

“Seratus rakaat pada malam Nisfi sya’ban (dengan membaca surah) Al ikhlas sepuluh kali (pada setiap rakaat) bersama keutamaan keutamaan yang lain”, diriwayatkan oleh Ad Dailami dan lainya.

Diriwayatkan daripada Ibn Umar ra bahwa Rasululloh SAW bersabda: ((Barang siapa membaca seribu kali surah al-Ikhlas dalam seratus rakaat solat pada malam Nisfu Sya’ban ia tidak keluar dari dunia (mati) sehinggalah ALLOH SWT mengutuskan dalam tidurnya seratus malaikat; tiga puluh daripada mereka mengkhabarkan syurga baginya, tiga puluh lagi menyelamatkannya dari neraka, tiga puluh yang lain mengawalnya daripada melakukan kesalahan dan sepuluh lagi akan mencegah orang yang memusuhinya)).

 

update: sumber hadits ini lemah:Hadis ini menurut Ibn al-Jauzi adalah Maudhu’. (Rujuk Ibn al-Jauzi, al-Maudhu’at, Dar al-Fikr, cet. 1983, 2/128). Imam al-Daruqutni pula meriwayatkan hadis ini daripada Muhamad bin Abdun bin Amir al-Samarqandi dan dia mengatakan bahwa Muhamad adalah seorang pendusta dan pembuat hadis. Pendapat ini juga sama seperti yang disebut oleh Imam al-Zahabi bahawa Muhamad bin Abdun terkenal sebagai pembuat hadis.

Diriwayatkan daripada Ja’far bin Muhammad daripada ayahnya berkata: ((Sesiapa yang membaca pada malam Nisfu Sya’ban seribu kali surah al-ikhlas dalam sepuluh rakaat, maka ia tidak akan mati sehingga ALLOH SWT mengutuskan kepadanya seratus malaikat, tiga puluh menyampaikan khabar gembira syurga kepadanya, tiga puluh menyelamatkannya dari neraka, tiga puluh akan mengawalnya dari berbuat salah dan sepuluh akan menulis mengenai musuh-musuhnya)).

 

update: sumber hadits ini lemah:Ibn al-Jauzi turut menghukum hadis ini dengan maudhu’

 

Semua hadits itu adalah PALSU/LEMAH, dengan kata lain TIDAK SHAHIH. Dari beberapa literatur, aku dapatkan bahwa Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam nisfu Sya’ban. Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam nisfu Sya’ban itu, ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan Sya’ban tahun depan. **penulis: siapa yg bisa menjamin ajal manusia ditentukan dari bulan itu hingga bulan Sya’ban tahun depan? benar2 suatu kebohongan besar…!!**

Sayangnya, banyak kaum muslim yg mengerjakan hal2 yg TIDAK DICONTOHKAN RASULULLOH SAW, diantaranya:
– membaca surat Yasin,
– shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur, shalat dua raka’at dengan niat agar dimurahkan rezeki dan seterusnya.
– membaca lafaz do’a-do’a khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits/contoh Rasululloh SAW
(ketiga contoh di atas dirangkum dari Dr. Yusuf al-Qaradawi, jilid 1, m.s. 382-383, cetakan: Dar Uli al-Nuha, Beirut).

Kesimpulan:
– Rasululloh SAW hanya mencontohkan untuk MEMPERBANYAK PUASA/SHAUM di bulan Sya’ban (dg catatan, di bulan2 lain kita juga menyempatkan diri puasa. Jadi, BERPUASA TIDAK HANYA DI BULAN SYA’BAN)
– Rasululloh SAW TIDAK MEMBERIKAN CONTOH IBADAH LAIN di bulan Sya’ban, terutama MALAM NIFSU SYA’BAN

sumber: http://tausyiah275.blogsome.com/2007/08/27/malam-nisfu-syaban-bidah-kah/