NGELUH TERUS GAG BAKAL BIKIN NEGARA MAKMUR

Pandeglang-seiring dengan naiknya harga tarif dasar listrik dan harga pokok, yang dimana memberikan dampak buruk bagi masyarakat kita untuk bertahan hidup, membuat para aktivis dan para penulis tidak tinggal diam untuk memberikan komentar pedas pada pemerintah. Dimulai dari bermunculannya demo para mahasiswa sampai ormas-ormas dan parpol oposisi.

Dampak kenaikan tarif dasar listrik membuat para pengusaha pusing tujuh keliling untuk mengelola usahanya, sampai-sampai mereka mau mengurangi hasil produksi bahkan sampai mem phk pegawainya.

Jika kriteria kemiskinan yang digunakan adalah ukuran World Bank, yaitu mereka yang berpenghasilan di bawah 2 Dolar/ Rp 19,000 per hari (sekitar Rp 500 ribu/ bulan), maka angka kemiskinan di Indonesia bisa di atas 43% dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia. Kira-kira mendekati 100 juta jiwa.

Ironisnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat untuk berhemat. Namun, pada saat yang sama para penguasa itu hidup bermewah-mewahan. Itulah baris paragraf yang saya copy dari opini seseorang yang dimuat di web detik.com.

Memang pemerintah sekarang tidak mencerminkan pro terhadap rakyat, karena kehidupan mereka saja terlalu mewah dan tidak hemat, ya walaupun mereka menyuruh kita untuk berhemat.Tapi saya sendiri yakin bahwa diantara mereka pun pasti ada yang tidak senang hidup mewah di negara yang miskin, dikelilingi oleh body guard tiap hari.Waktu bersama keluarga yang terbatas, layaknya pemain bola profesional.

Mungkin memang benar pemerintah yang sekarang sangat jauh sekali dengan pemerintahan dimasa khalifah-khalifah dulu bahkan tidak sama. Tetapi akankah kita sebagai warga negara terus menteror, mengecam dan memprotes segala kebijakan yang dilakukan pemerintah kita??????

Seharusnya kita berpikir bahwa apabila kita di posisi mereka apa pemerintahan akan lebih baik dari apa yang mereka lakukan untuk masyarakat???. Jadi jangan anggap apa yang kita lakukan selama ini benar semua.

Kalau memang sudah tidak tahan terhadap pemerintahan ini, seharusnya instropeksi diri dan menjadikan pelajaran bahwa di masa depan nanti kita tidak akan mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya. Bukanya menghujat pemerintah terus menerus sehingga membuat mereka tertekan dan tidak kosentrasi mengatur pemerintahan. Karena kita sendiri lah bibit-bibit yang akan menggantikan generasi sekarang, jadi meningan belajar daripada ikut demo betul cuy😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s