Dirjen Pendidikan Tinggi Tinjau SNMPTN Panlok Bogor

Senin, 21 Juni 2010

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Prof. Dr.IrJoko Santoso, meninjau hari pertama pelaksanaan Seleksi Nasional MasukPerguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010, di Panitia Lokal (Panlok) Bogor, Bogor(16/6).

Dirjen DIKTI didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademikdan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS., bersama denganpejabat DIKTI dan pejabat IPB lainnya.

Kunjungan mereka diawali dari Kampus IPB Baranangsiang,Kampus Diploma IPB dan terakhir menuju Sekolah Menengah Umum Plus YayasanPersaudaraan Haji Bogor (YPHB).

Penyelenggaraan SNMPTN di Bogor digelar di beberapa tempat,diantarannya,  Kampus IPB Baranangsiang,Kampus Diploma IPB, SMUN 1, SMUN 3, SMU Plus YPHB, SMU Kesatuan, MAN 2, SMUPGRI 1 dan PGRI 4.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Dikti diberikan kesempatanuntuk membuka soal yang masih tertutup rapat dengan disaksikan oleh pengawasdan perwakilan peserta SNMPTN.

Di sela kegiatan tersebut Drjen Dikti mengatakan, persiapan yangdilakukan cukup baik dan semuanya berjalan sesuai dengan SOP.

“Tadi Kita sudah melihat secara bersama-sama persiapannyasudah cukup baik dan semuanya berjalan sesuai dengan SOP,” ujarnya.

Joko mengharapkan SNMPTN ini dapat memberikan gambaran secaranasional tentang kualitas calon mahasiswa.

Peserta SNMPTN PanlokBogor Naik 3 %

Peserta SNMPTN 2010 dari Panlok Bogor (Bogor, Bekasi Cirebondan Sukabumi) naik sebanyak 3% dari tahun 2009 menjadi 10500 orang, sementara diKota dan Kabupaten Bogor tahun ini berjumlah sekitar 4200 orang.

Begitu dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik danKemahasiswaan IPB, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, saat mendampingi DirjenDIKTI.

Menurutnya, kenaikan itu bisa jadi karena perubahan sistem pendaftaranSNMPTN dengan sistem on line yang memudahkan calon mahasiswa.

“Dengan adanya kemudahan secara on line ini ada peningkatanpeserta di Panlok Bogor, malahan di Jakarta peningkatannya jauh lebih besar,”ujarnya.

Mengomentari tentang joki SNMPTN, Prof. Yonny mengharapkanhal tersebut tidak akan terjadi karena sistem pengawasan sudah sesuai denganstandar yang ada.

“Pengawasan sudah standar, pengawas tidak ada yang mahasiswadan dilakukan oleh dosen, guru dan pegawai golongan III, mereka sudah di-briefingsebelumnya,” ujarnya. (man)

sumber: http://www.ipb.ac.id/?b=1650

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s